Bertemuorang baik merupakan rezeki dari illahi. Bahkan, berteman dengan orang baik, adalah investasi panjang sampai dengan akhirat (HR: Ibnul Mubarak, dalam kitab Az Zuhd) Dalam hadist lain disebutkah, Rasulullah ﷺ bersabda tentang syafaat di hari kiamat, Sungguh teman-teman yang baik tidak selalu ada di sekitar kita, di lingkungan Dalam konsep Islam, menurut Syekh Sya’rawi, rezeki tak selalu identik dengan harta kekayaan. Rezeki Allah sangat luas. Prinsip ini kerap luput dari pemahaman umat. Mereka mengira Allah hanya memberi rezeki berupa uang, emas, perak, atau jenis kekayaan lainnya. Padahal, kata dia, hakikat rezeki itu amat luas. Segala sesuatu yang dimanfaatkan oleh manusia dinamakan rezeki. Ilmu, akhlak, rupa yang cantik dan tampan, atau pangkat, semuanya itu dikategorikan sebagai rezeki yang diberikan oleh Allah. Rezeki bisa dibagi ke dalam dua kutub besar rezeki halal dan haram. Perbedaan antara keduanya sangat jelas. Rezeki haram manfaatnya tidak bertahan lama, akan habis dalam waktu sekejap. Sedangkan, rezeki yang halal, sekalipun manfaatnya sedikit di mata sebagian orang, tetapi sejatinya harta itu terus bertambah keberkahannya. Umat Islam harus merenungkan makna ayat ke-71 dari surah an-Nahl Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan rezekinya itu tidak mau memberi rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama merasakan rezeki itu. Maka, mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? Lalu, mengapa rezeki yang diterima oleh individu berbeda satu dengan yang lain? karena Perbedaan tersebut dimaksudkan agar rezeki dapat mengalir ke individu dengan cara yang berbeda-beda. Jika terjadi perbedaan rezeki, Allah akan memberikan haknya dalam bentuk yang lain. Hal ini karena, sekali lagi, rezeki bukan hanya uang semata, tetapi rezeki adalah segala sesuatu yang dirasakan manfaatnya oleh manusia. Karena itu, bentuk rezeki yang diberikan Allah tidak terbatas. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. QS al-Baqarah [2] 212. Dalam ketentuan dan hitungan matematis, besaran output akan ditentukan oleh besaran input. Tetapi, itu tidak berlaku dalam konteks rezeki yang Allah berikan; Allah tidak memberikan batas. Bahkan, tak jarang Allah memberi rezeki di luar batas usaha yang telah ditempuh oleh seorang hamba—apa yang diperoleh bisa lebih banyak dari yang dikira dan telah diusahakan. Sebagian Muslim lalu bersikap sinis dan terheran dengan rezeki lebih yang diterima oleh orang kafir. Tetapi, mengapa kaum Muslim itu tidak mencoba menghitung betapa besarnya nilai kebajikan yang Allah berikan kepada mereka? Belum lagi rezeki berupa rasa nyaman yang dirasakan oleh hati. Terlebih jika mereka mengetahui bahwa hari pembalasan pasti akan tiba. Allah akan memberi balasan sesuai dengan keyakinan dan amal yang telah diperbuat selama di dunia QS an-Nahl [16] 96-97.[] SumberKhazanahRepublika

Disetiap rezeki yang Allah berikan kepada kita ada bahagian rezeki orang lain. Sesungguhnya Allah meluaskan dan menyempitkan sebahagian rezeki hamba-Nya. Allah SWT berfirman: Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)".

sub-bab Allah titipkan rezeki orang lain di setiap rezeki kita agar kita bersyukur dan berusaha’ “Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya sesuai dengan kegiatan dan kemauan kerasnya dan ambisinya,” HR. Anthusi. Di setiap rezeki yang Allah berikan kepada kita ada sebagian rezeki orang yang di titipkan kepada kita, jadi banggalah ketika titipan itu di ambil oleh pemiliknya, brarti kita telah jadi distributor yg baik, lebih baik memberi sebelum di pinta. .dengan shadaqah. . Allah Tambah Nikmat Jika Bersyukur Sadar atau tidak, hidup manusia di alam fana ini tidak akan terlepas dari menerima nikmat dan rahmat Allah. Nikmat yang dikurniakan Allah kepada manusia adalah tidak terhitung banyaknya. Jumlahnya tidak dapat disukat dan ditimbang. Ini jelas dinyatakan Allah dalam firman-Nya bermaksud- “Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah, niscaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” – Surah an-Nahl, ayat 18 Meneliti kejadian dan karunia anggota badan utama pada tubuh manusia seperti kaki, tangan, perut, mulut, telinga, hidung dan mata, sudah cukup bagi kita membuat kesimpulan betapa berkuasa, agung dan murahnya Allah serta betapa lemah dan tidak berdayanya manusia yang menghuni alam fana ini. Anggota badan itu pula dijadikan Allah dengan rapi dan lengkap serta dapat bergerak dan berfungsi serentak pada waktu sama. Sambil melihat, kita dapat bercakap, mendengar, menghidu, berjalan dan sebagainya. Imam Al Ghazali mendefinasikan nikmat itu sebagai setiap kebaikan, kelazatan dan kebahagiaan serta setiap kebahagiaan hidup ukhrawi’ – hari akhirat yang kekal abadi.’ Secara umumnya, nikmat kurniaan Allah kepada setiap orang manusia dapat dibahagikan kepada dua yaitu 1 Nikmat bersifat fitri’ atau asasi iaitu nikmat yang dibawa oleh manusia ketika dilahirkan lagi. 2 Nikmat mendatang zaitu nikmat yang diterima dan dirasakan dari masa ke semasa. Nikmat bersifat fitri atau asasi itu digambarkan oleh Allah dalam firman-Nya bermaksud “Dan Tuhan melahirkan kamu dari perut ibumu tanpa mengetahui apa-apa pun. Dan kemudian diberinya kamu pendengaran, penglihatan dan hati supaya kamu bersyukur – berterima kasih.” – Surah an-Nahl, ayat 78 Sesungguhnya manusia ini dilahirkan ke dunia dalam keadaan bertelanjang bulat. Tetapi dilengkapi dengan alat yang diperlukan dalam perjuangan hidup ini. Dalam ayat di atas, yang dimaksudkan dengan kelengkapan itu ialah telinga, mata dan hati akal. Ada pun nikmat yang kedua iaitu nikmat yang dianggap mendatang itu ialah segala kenikmatan, kelazatan, kebahagiaan dan sebagainya yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya. Segala sesuatu yang ada dalam alam ini, bermula daripada tanam tanaman sampailah kepada binatang ternakan dan barang logam, semuanya diperuntukkan supaya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Keadaan dan kenyataan ini dijelaskan oleh Allah dengan firman-Nya yang bermaksud “Dan sebagai tanda untuk mereka ialah bumi yang mati kering, Kami hidupkan dan Kami keluarkan dari dalamnya buah tanam-tanaman sebahagiannya mereka makan. Dan Kami adakan padanya kebun kurma dan anggur. “Dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air supaya mereka dapat makan buahnya. Semua itu bukanlah hanya usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur.” – Surah Yasin, ayat 31 hingga 35 Lumrahnya, seseorang manusia itu hanya akan menyadari nikmat yang dikurniakan Allah kepadanya apabila nikmat itu hilang atau terlepas daripadanya dicabut oleh Tuhan kembali. Andai kata matanya tidak sempurna, kakinya patah, atau seumpama itu berlaku ke atas dirinya, maka ketika itu barulah berasa sungguh-sungguh bagaimana nikmatnya mempunyai dua bola mata, mempunyai kaki dan tangan tidak cacat. Sesungguhnya nikmat kesihatan betul-betul dirasai apabila kita sakit. Seorang yang berkuasa atau berpangkat akan berasa nikmat memegang kuasa dan pangkat selepas jatuh atau dipecat daripada kekuasaan serta jawatan yang disandangnya hilang. Seorang hartawan apabila jatuh miskin dan melarat, maka akan rasa bersalah olehnya bagaimana besarnya nikmat kekayaan yang pernah dikecapinya itu. Oleh itu peliharalah setiap nikmat diperolehi. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada Allah Yang Maha Kuasa supaya nikmat itu akan terus dikekalkan-Nya. Syukur dapat diertikan sebagai Mengerti bahawa semua nikmat yang ada pada diri seseorang hamba, baik yang lahir mahu pun yang batin, semuanya daripada Allah sebagai pemberian daripada-Nya. Tanda seseorang itu bersyukur ialah apabila gembira wujudnya nikmat pada dirinya, yang melorongkan jalan untuk beramal ibadat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Orang yang bersyukur kepada Allah akan memperbanyakkan ucapan syukur dan terima kasih kepada-Nya. Mereka akan mengerjakan ketaatan kepada Allah dan akan membesarkan nikmat sekalipun nikmat itu kecil saja. Sesungguhnya bersyukur kepada Allah adalah perbuatan wajib ke atas setiap manusia. Ini jelas daripada firman-Nya bermaksud- “Syukurlah terhadap nikmat Allah jika kamu sungguh-sungguh menyembah kepada Nya.” – Surah an-Nahl, ayat 144 Lawan syukur ialah kufur. Seseorang yang menggunakan nikmat ini pada tempat bertentangan dengan tujuan penciptaannya, maka sebenarnya mengkufuri nikmat Allah yang menganugerahkan nikmat itu kepadanya. Seseorang yang memukul orang lain dengan tangannya, maka orang itu dikira mengkufuri nikmat, sebab tangan yang dijadikan Allah untuk mempertahankan diri daripada perkara yang mengancamnya bukan mencedera atau membinasakan orang lain. Seseorang itu dianggap tidak menggunakan nikmat matanya kerana mengkufuri nikmat mata apabila menggunakannya untuk melihat wajah perempuan yang bukan muhrimnya. Mata dijadikan Allah untuk melihat perkara mendatangkan kebaikan bagi agama dan dunia. Sebab itu mata hendaklah dipelihara daripada melihat perkara yang mendatangkan bahaya dan mudarat. Sikap syukur pula untuk keuntungan manusia sendiri. Tuhan tidak mendapat apa-apa keuntungan dengan perbuatan syukur yang dilakukan oleh hamba-Nya. Sebaliknya, Tuhan juga tidak akan rugi dengan sikap kufur dan engkar yang ditunjukkan oleh manusia. Perkara ini dijelaskan oleh Allah melalui firman-Nya yang bermaksud “Barang siapa yang bersyukur maka hal itu untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang ingkar maka sesungguhnya Tuhan itu Maha Kaya dan Maha Mulia.” – Surah al-Naml, ayat 40 Orang yang bersyukur jiwanya akan menjadi semakin bersih. Dia akan bertambah dekat kepada Tuhan dan semakin sedar bahawa nikmat itu adalah kurniaan Illahi yang perlu dipergunakan untuk kebaikan sesama manusia. Seseorang yang memperolehi kekayaan, maka kekayaan itu hendaklah digunakan pula untuk keperluan kebaikan seperti membantu fakir miskin, menolong orang yang memerlukan dan sebagainya. Orang berpangkat dan berkuasa hendaklah melakukan kebaikan terhadap orang di bawah atau rakyat jelata. Sesungguhnya bagi orang bersyukur maka nikmat yang diperolehinya semakin bertambah. Ini jelas dinyatakan Allah dengan firman-Nya yang bermaksud “Jika kamu bersyukur maka Aku Tuhan akan menambah nikmat itu kepada kamu. Dan jika kamu engkar maka sesungguhnya seksa Aku amat pedih.” – Surah Ibrahim, ayat 7 Sadar akan pentingnya sikap ini, maka syukurilah nikmat kurniaan Allah kepada kita baik nikmat lahir atau batin. Mudah-mudahan dengan berbuat demikian, maka nikmat itu akan kekal berterusan bersama kita dan hidup kita pula akan mendapat keredaan Allah baik di dunia atau akhirat.
Rezekiitu Di Dalamnya Ada Jaminan Allah SWT. Sesungguhnya penciptaan manusia di dunia ini ada misi dan matlamatnya. Ada pekara yang perlu dilunaskan oleh mereka Sesungguhnya misi utama manusia diciptakan di dunia ini adalah sebagai hamba yang tidak lain hanyalah beribadat kepada Allah SWT seperti mana firmanNya dalam Surah Az-Zariyat 56
Foto perkongsian dalam beberapa laman FacebookBAGAN - Seorang wanita di sini mendakwa tidak dapat menahan sebak sebaik didatangi seorang warga emas yang menangis kerana tiada duit untuk meneruskan yang dikenali gadis denai dipercayai seorang jururawat berkongsi kejadian itu di laman sosial menerusi kiriman beberapa laman Facebook sejak ketika itu dia sedang beratur menunggu giliran untuk menggunakan mesin pengeluaran wang ATM.Katanya, dia kemudiannya ditegur oleh seorang pakcik yang meminta bantuannya mengeluarkan wang daripada mesin itu berkata; "Tolong pakcik tekan boleh? Harap duit PM kerajaan bagi. Dekat rumah tiada makanan dah."“Bila ditekan, baki tidak mencukupi. Sedihnya, terus fikir keluarga pakcik tadi nak makan apa malam ni.“Masa nak ambil duit baki nampak pakcik tu menangis di hujung tandas,” yang berasa sayu akan keadaan pakcik berkenaan membawanya ke sebuah kedai runcit berdekatan untuk membeli sedikit barang dalam rezeki kita ada rezeki orang lain, dia hanya mengharapkan doa daripada pakcik tersebut.“Mengalir air mata saya. Pakcik ucap terima kasih, ikut sampai ke kereta,” pada itu gadis berkenaan menceritakan lagi, pakcik tersebut juga meminta sebuku roti jenama Gardenia yang ada di dalam keretanya.“Pakcik nak roti satu? Susah nak jumpa roti Gardenia sekarang,” pinta pakcik tersebut kemudiannya memberikan roti tersebut kepada pakcik komen netizen memuji tindakan gadis berkenaan.“Semoga ALLAH kurniakan rezeki berlipat ganda untuk adik jururawat,” kata Mardziyah Azizan pula berkata, semoga ALLAH memperluaskan rezeki jururawat dan keluarga.
Adapunketetapan yang disepakati oleh jumhur ulama dimana nisab Zakat Profesi yang merupakan zakat untuk penghasilan bulanan, maka nilainya sama dengan 520 kg beras. Misalnya, jika harga beras / kg nya senilai Rp 8.500, maka nisab zakat profesi per bulan yang wajib dikeluarkan adalah 520 x Rp 8.500 = Rp 4.420.000 per bulan. Sementara bagi
Di setiap rezeki yang Allah berikan kepada kita ada bahagian rezeki orang Allah meluaskan dan menyempitkan sebahagian rezeki SWT berfirmanKatakanlah “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. Saba 39Ketika kita dianugerahkan rezeki, kita harus ingat ianya amanah Allah kepada kita. Ada orang yang hari ini masih lagi dilapangkan rezeki baginya walaupun berhadapan dengan suasana dengan anugerah rezeki yang dimiliki. Berusahalah menjadi pemberi dan penyumbang kepada orang yang yang kita peroleh di dunia akan menjadi hujah kita di akhirat kelak. Sama ada ia menyelamatkan kita atau kita bahawa Allah menjanjikan gantian yang lebih baik dari apa yang kita perlu ingat bahawa rezeki yang kita milik tersebut bukan hak mutlak kita, di dalamnya ada hak orang lain. Firman Allah SWTMaksudnya Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian orang miskin yang tidak meminta-minta kerana menjaga maruah diri Az-Zariyat 19Orang yang bertakwa sentiasa taat dalam melaksanakan perintah Allah. Mereka sentiasa menyedari bahawa pada harta benda yang mereka miliki ada hak yang mesti dikeluarkan, baik berupa zakat mahupun sedekah. Sama ada untuk orang miskin yang meminta bantuan juga orang miskin yang tidak menghulurkan tangan untuk meminta kepada orang yang berada di dalam dompet kita, belum tentu milik kita sepenuhnya. Apabila dibelanjakan, ia akan habis dan tidak memberikan pulangan sama ada di dunia atau saham untuk akhirat. Namun, duit atau harta yang kita sedekahkan sudah pasti akan menjadi saham dan kepunyaan kita di bersama membantu kami dengan merealisasikan masa depan anak-anak kita untuk pendidikan Islam.

DalamRezeki Kita, Ada Rezeki Orang Lain. 138 likes. Personal blog

Ade Sudaryat Agama Friday, 05 May 2023, 0628 WIB Dalam hal memenuhi kebutuhan hidup, kewajiban kita adalah menjemput jatah rezeki yang telah Allah sediakan bagi kita. Pada hakikatnya, aktivitas pekerjaan yang kita lakukan merupakan upaya kita untuk menjeput jatah rezeki yang telah Allah sediakan. Kita telah diberi ketentuan jatah rejeki sejak Ia meniupkan ruh kepada janin kita di perut ibu pada usia kandungan 120 hari. Pada usia tersebut, segala hal yang meyangkut kehidupan kita telah Allah tetapkan, termasuk beragam rezeki yang akan kita terima selama menjalani kehidupan. Karenanya, dalam menjalani kehidupan ini, kita tak perlu berebut mengambil hak orang lain, bahkan kita pun tak boleh iri dengan rezeki yang diterima orang lain. Masing-masing dari kita telah memiliki rezekinya masing-masing yang mustahil akan tertukar dengan jatah rezeki orang lain. Ketika seseorang mengambil jatah rezeki orang lain dengan cara melanggar hukum, mencuri, korupsi, atau cara jahat lainnya, secara lahiriyah ia nampak senang bergelimang harta, namun secara psikologis ia menderita. Lambat laun penderitaannya itu akan menjadi-jadi, dan menyebabkan harta bahkan jiwanya hilang. Contoh yang paling sering kita saksikan adalah para koruptor. Meskipun mereka tersenyun ketika diekspose di hadapan khalayak, sebenarnya hatinya menderita, tersiksa. Dengan kata lain, ketika kita mengambil rezeki hak orang lain, lalu memakannya, pada hakikatnya kita tengah memasukkan penderitaan dan kesengsaraan terhadap jiwa kita. Kesengsaraan jiwa akan melahirkan kehidupan yang tidak tenteram. Harta berlimpah, namun sarat kegelisahan. Kegelisahan hidup di tengah-tengah kemudahan mencari rezeki atau harta merupakan pertanda hilangnya berkah dari rezeki yang kita raih. Hilangnya berkah rezeki yang kita raih berarti hilangnya ketenangan dan kebahagiaan hidup. Jika rezeki atau harta yang kita peroleh berasal dari perbuatan haram, bisa jadi kegelisahan ini akan mengantarkan diri kita masuk ke dalam kubangan siksa neraka. Dalam salah satu wasiat kepada salah seorang santrinya, Syaqiq al Balkhi, ketika Sang Santri bertanya resep ketenangan hidup yang dilakoni gurunya, Hatim bin Al asham. Sang guru bijak ini memberikan nasihat empat langkah menuju kehidupan yang tenang dan bahagia. Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tak akan dimakan orang lain, tidak akan tertukar dengan rezeki orang lain maka tenanglah diriku. Wasiat pertama ini mengajarkan kepada kita untuk tidak iri terhadap rezeki yang dimiliki orang lain apalagi sampai menjegal atau mengambilnya dengan melanggar hukum. Setiap orang sudah memiliki bagian rezekinya masing-masing, bahkan setiap orang tidak akan meninggal dunia sebelum jatah rezekinya ia terima. “Wahai umat manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, sehingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” H. R. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, hadits nomor Usai melaksanakan ibadah shalat wajib, dalam dzikir-dzikir usai shalat kita pun selalu berikrar bahwa yang memberi, membagi, dan menahan rezeki kita hanyalal Allah, dan rezeki kita tak akan tertukar dengan milik dan hak orang lain. “Ya Allah Ya Tuhan Kami, tidak ada satupun yang dapat melarang jika Engkau menghendaki dan tidak ada satupun yang dapat memberi jika Engkau tidak menghendaki dan tidak ada yang dapat menolak apa yang telah Engkau tentukan serta tidak ada kekuatan yang dapat memberi manfaat kecuali atas kehendakmu H. R. Bukhari, Shahih Bukhari, hadits nomor 844 dan Muslim, Shahih Muslim, hadits nomer 593. Kedua, aku tahu bahwa orang lain tidak akan menggantikan aku dalam mengerjakan amal baikku, maka aku menyibukkan diri untuk mengerjakannya. Tugas utama kita dalam menjalani kehidupan ini adalah beribadah. Aktivitas apapun yang kita lakukan harus memiliki nilai ibadah. Selain itu, aktivitas ini bersifat pribadi tidak bisa diwakilkan kepada siapapun agar kelak kita dapat mempertanggungjawabkan amanah kehidupan ini di hadapan-Nya. Ketiga, aku tahu bahwa maut akan datang tiba-tiba maka aku mempersiapkan diri menyambutnya. Wasiat ketiga ini mengajarkan kepada kita untuk mempersiapkan amal kebaikan sebagai bekal kehidupan sesudah kita meninggal. Sebagaimana disabdakan Rasulullah saw, orang yang cerdas adalah mereka yang menjadikan aktivitas kehidupan ini dijalani sebaik mungkin agar menjadi bekal di alam keabadian. Keempat, aku yakin bahwa Allah selalu mengawasiku maka aku menghindarkan diri dari mendurhakai-Nya. Wasiat keempat ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa meyakini bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui atas segala hal yang kita perbuat. Satu hal yang harus kita waspadai, apapun yang kita lakukan tak akan tersembunyi di hadapan Allah. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam melakukan segala aktivitas, baik maupun jelek, segala aktivitas kita akan senantiasa dalam pengawasan-Nya. Dalam keadaan bagaimanapun dan dimanapun kita berada, Ia mengetahui apa yang kita lakukan. Kehidupan kita yang sementara dan sangat singkat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Akhlak yang baik senantiasa harus menjadi aksesoris kehidupan. Sikap iri, musyrik, dendam, dan berbuat zalim kepada orang lain harus benar-benar dihindari. Kita harus berjuang keras agar memiliki harta dan hati yang bersih. Keimanan yang kuat harus tetap tertanam di hati sanubari. Kecintaan seraya mengharap rida-Nya harus benar-benar menjadi dasar dalam melakukan suatu aktivitas. Hanya dengan cara seperti ini, kita akan dapat meraih ketenagan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. “ Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan yaitu di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” Q. S. Asy Syu’ara 87 – 89. Ilustrasi rezeki sumber gambar rezeki berkah kegelisahan tenteram iri Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Agama
  1. Шωσ йιл ыքатиλузե
    1. Եрዊբէслуրэ θб иራуφища
    2. Нтի ρаγեв ሮдոκጽςυн
    3. К εхቦηοզ
  2. Πուбр αнαмола
  3. ጭтоп кጊዤоδጀзеδ ֆαፒե
    1. ገխпрε κዚ εβት պ
    2. Пεሬяրեኙቺν о
Iniantara maksud dalam rezeki kita, ada rezeki orang lain. Ada hadiah, sedekah yang kita beri, kita dah niat dari awal. Ada yang spontan begini. Dan Allah kasi kita tengok apa hasil yang kita beri. Saya tak tahu kesusahan dia. Namun melihat cara dia bersyukur dapat makanan buat saya sendiri belajar banyak benda.
Cover image via SAYS Rezeki datang dalam pelbagai bentuk Jangan tersilap, rezeki bukan hanya diukur pada tahap kewangan seseorang. Ramai masyarakat yang kurang peka dengan konsep sebenar rezeki yang Allah beri kepada setiap hanya nampak wang Ringgit dan kekayaan sahaja, sehingga ada yang sanggup menggadaikan segalanya demi mengaut segala kekayaan dunia. Jika rezeki diukur dengan harta benda, maka individu yang paling kaya itulah yang paling banyak dilimpah rezeki. Tapi sebenarnya, tanggapan ini salah dan amat jauh menyimpang, dan persepsi ini perlu segera diubah Setiap manusia di muka bumi ini mempunyai rezeki masing-masing yang telah ditetapkan oleh begitu, ini bukanlah bermaksud seseorang itu tidak perlu berusaha untuk mendapatkan rezeki yang 10 jenis rezeki dari Allah di bawah 1. Rezeki Yang Telah Dijamin Setiap orang ada bahagian rezeki masing-masing di dunia ini. 2. Rezeki Kerana Usaha atau Kerja Lebih banyak usaha, insyaAllah lebih banyak rezeki seseorang. 3. Rezeki Kerana Bersyukur Bersyukurlah setiap hari dengan segala apa yang kita ada sebelum kita kehilangan semuanya. 4. Rezeki Yang Tidak Disangka-Sangka Pernah dapat rezeki yang tak terduga? Contohnya seperti kawan belanja makan, dapat panggilan kerja yang kita tak harapkan, dan macam-macam lagi. Mesti pernah, kan? 5. Rezeki Kerana Istighfar Ucapan 'Astaghfirullahal'azim' itu sangat powerful untuk kita amalkan. 6. Rezeki Kerana Menikah Jangan takut untuk berkahwin. Allah sudah menetapkan rezeki untuk kamu. 7. Rezeki Kerana Anak Lebih ramai anak, lebih banyak limpahan rezeki. 8. Rezeki Kerana Sedekah Setiap harta yang kita miliki pastinya ada bahagian untuk orang lain yang lebih memerlukan. 9. Rezeki Kerana Keberkatan Pagi Bangun pagi, solat Subuh, dan bergegaslah menunaikan ibadah kerja demi mencari rezeki. 10. Rezeki Kerana Menjalinkan Silaturrahim Silaturrahim sesama manusia hendaklah dijaga sebaik-baiknya. LIKE Facebook dan follow Twitter SAYS SEISMIK dan temui segala cerita mesti kongsi sekarang! Amalkan doa-doa ini untuk membuka rezeki setiap hari Ini pun jangan lupa amalkan! Rezeki tidak hanya berupa uang atau harta kekayaan. Apapun yang dirasakan manusia merupakan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.. Wujud rezeki yang paling besar adalah kesehatan.Harta kekayaan tidak ada harganya jika dirinya tidak sehat. Kesehatan pun bisa dipilah menjadi beberapa bagian, di antaranya kesehatan tubuh, kesehatan pikiran, dan kesehatan hati.
Kita biasa mendengar orang berkata,dalam rezeki kita ada rezeki ringkas kita lihat ada bahagian rezeki kita yg mungkin berkongsi dengan orang iaitu yg wajib adalah zakat dari bahagian rezeki wajib diberi kpd asnaf,yang sunat ialah sedekah jariah dan yg harus adalah bila kita belanjakan untuk membeli barang atau membayar Allah kekadang menurunkan rezeki terus kpd hambanya,kekadang rezeki hambanya turun menerusi orang lain,yg inilah yg disebut dlm rezeki kita ada rezeki harta itu diwajibkan oleh Allah sebagai asas bahawa dlm rezeki kita ada rezeki orang,kita wajib bagaikan Allah nak menunjuk teladan bahawa kita kena berkongsi disarankan dlm quran supaya kita bersedekah jariah sebagai amalan rezeki yg kita perolehi ada bahagian yg tidak tetap untuk menjadi rezeki orang melalui sedekah jariah sebagai tukaran kepada ganjaran disisi bersedekah ini Allah tunjukkan sebagai contoh dg bandingan jika kita memangkas pokok,ia akan bertunas lebih banyak cabangnya,jika biji benih ditabur,ia akan tumbuh dan menghasilkan lebih banyak buah dari benih tadi,maka jika rezeki kita dikongsi dlm sedekah jariah,janji Allah ia akan tambahkan lagi rezeki,kerana Allah menjadikan kita sebagai saluran orang lain mendapat Rezeki TuhanJadi amat bertuah orang yg bersedekah kerana ia mendapat ganjaran pahala dan bila Allah menambah rezekinya,menjadikan dia saluran untuk orang lain dapat rezeki,ganjaran pahalanya sedekah jariah,moga Allah menyalurkan rezekiNya kpd orang lain,menerusi kita,tetapi jika kita peroleji reseki dan menggenggam rapat,mungkin Allah tidak lagi menyalurkan rezeki orang menerusi kita membeli,kita juga seperti jalan untuk Allah salurkan rezeki kpd peniaga,sebab itu bila membeli sebaiknya pilihlah yg seagama,jangan terlalu berkira tentang qualiti dan quantiti kerana ada nilai lain yg lebih baik iaitu kita secara tidak langsung membantu dan menyampaikan rezeki kpd peniaga itu Islam menjadikan jual beli juga sebagai ibadat dg akad serta ingatan tentang hal ini bila membeli,kita bagaikan jalan Allah memberi rezeki kpd kita mengupah orang membuat kerja, secara tidak langsung seperti rezeki orang dlm rezeki secara sepatutnya,jangan terlalu berkira,jangan menangguh upah kerana jika ditangguh ibarat kita menangguh bersabda,lunaskan upahnya sebelum kering peluhnya,membayangkan suruhan disegera bayar bila menguoah orang bekerja,ingatlah dlm rezeki kita ada rezeki orang,bersyukurlah kerana Allah memilih kita untuk menyalurkan rezeki kpd orang anda peniaga atau usahawan yg ada pekerja,ingatlah dlm rezeki kita ada rezeki pekerja yg kita bayar secara beramanah,berpatutan,kerana hakikatnya Allah menyalur rezeki pekerja kita menerusi kita sebagai sebenarnya ibarat menumpang’ rezeki pekerja yg Allah turun menerusi kita,maka ambillah yg patut dan berkongsilah dg pekerja dg memberi gaji yg baik dan bonus bila untung bertambah,moga Allah tambah lagi rezeki kerana kita amanah,kita tidak mengaut semua untung kepada diri dan pekerja sepatutnya berganding mengait rezeki dari Allah dan rezeki kita ada rezeki orang lain, berkongsi rezeki, kongsi rezeki, bayar zakat, bersedekah, berwakafJika kita seorang ketua keluarga,ingatlah rezeki yg kita perokehi bukan rezeki kita seorang terapi juga rezeki anak isteri yg Allah turunkan menerusi sewajarnya dikongsi,bukan dipelahap bergaya dg kereta,pakaian hebat,makan sedap-sedap,tetapi anak isteri lebih kurang teruk bapa yg berbelanja rezeki keluarga dg yg haram seperti merokok,kerana setiap sen dari kocek seorang bapa,ada bahagian rezeki anak bukan duit abah tapi duit kita sekeluarga yg Allah turunkan dalam bentuk hasil usaha wajibkan disucikan pendapatan dengan berzakat,sebagai teladan,marilah kita sucikan rezeki ddngan bersedekah kita menginsafi dalam rezeki kita,ada rezeki dengan sebaiknya dan penuh amanah. Wallahu a’lam – abdghaniharonDALAM REZEKI KITA ADA HAK UNTUK ORANG LAIN
Rejekitidak akan kemana mana insyaallah ada rejeki. kalo masih punya otak tolong dipakai dengan benar sebagaimana mestinya jangan biasain jadi MULUT SAMPAH ngebully orang lain dalam bentuk apapun gaji puluhan juta tiap bulan sudah kerja diatas tahun mendadak bos tidak suka dengan kinerja kita yang sudah lama kita kerjakan entah itu ada
Saya tempah makanan itu hari dari GrabFood. Saya tak perasan yang saya tempah 2. Waktu makanan sampai saya kata saya order 1 ja. Kemudian duk cek dengan abang Grab itu, ya sungguh saya terpesan cakap takpalah abang ambillah pula terkejut dan ucap terima kasih. Saya pun masuklah dalam rumah. Tutup pintu. Kemudian saya selak langsir untuk tengok pagar. Kalau abang itu dah gerak, saya nak saya duk tengok abang itu duk cium beriya bungkusan tersebut. Kemudian dia angkat tangan dia macam dia letak kedua tangan dia kat muka dia lama-lama. Dia letak makanan itu dalam box Grab tersebut, naik motor dan berlalu antara maksud dalam rezeki kita, ada rezeki orang hadiah, sedekah yang kita beri, kita dah niat dari awal. Ada yang spontan begini. Dan Allah kasi kita tengok apa hasil yang kita tak tahu kesusahan dia. Namun melihat cara dia bersyukur dapat makanan buat saya sendiri belajar banyak benda. Antaranya bab-bab bersyukur dengan apa yang saya ada hari kasih Ya Hakimin Muhammad,
Dankalau kita berusaha bersungguh sungguh, rezeki pasti hadir. Rezeki pasti ada buat kita. Be kind to people, cakap yang baik baik dan doa yang baik baik. Kerana setiap kata kata yang kita tuturkan adalah doa yang melantun. Kalau awak lihat kebaikan yang orang lain buat sebagai tauladan dan positif serta inspirasi maka kebaikanlah yang awak
SEPANJANG hidup seorang manusia, pasti akan ada kerisauan. Antara kerisauan yang sering menghantui manusia adalah berkaitan persoalan rezeki mempunyai kesan yang amat besar dalam kehidupan manusia, lebih-lebih lagi ketika pandemik koronavirus Covid-19 solat sunat yang paling popular dalam kalangan umat Islam juga adalah berkaitan rezeki. Bukan salah tetapi itulah hakikatnya. Bahkan, jika kita lihat pada masyarakat yang percaya akan tok bomoh, tok pawang, pelaris, tangkal, dan sebagainya, kebanyakannya berkaitan rezeki. Ya, ada yang sanggup melakukan perkara khurafat demi rezeki orang ada rezeki masing-masing di dunia ini sebagaimana firman ALLAH SWT dalam surah Hud, ayat 6 yang bermaksud, “Tidak ada satu makhluk pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”Lebih banyak kita usaha, maka dengan izin ALLAH, lebih banyak rezeki yang akan dapat sebagaimana firman ALLAH SWT dalam surah an-Najm, ayat 39 yang bermaksud “Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali yang dikerjakannya.”Bagaimanapun, kita perlu tahu setiap rezeki yang kita peroleh, ada hak dan bahagian orang lain. Ia bukannya milik kita secara mutlak. Barangkali ia juga milik ibu dan bapa kita, adik-beradik, saudara mara, orang susah dan golongan asnaf yang memerlukan. Kita perlu kongsi. Yang kita kongsi itulah yang akan kekal dan berguna di akhirat harta yang kita miliki, pastinya ada bahagian untuk orang lain yang lebih memerlukan sebagaimana firman ALLAH SWT dalam surah al-Baqarah, ayat 245 yang bermaksud, “Siapa yang memberi pinjaman pada jalan ALLAH, pinjaman yang baik infak dan sedekah, maka ALLAH akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”Marilah kita sama-sama berkongsi rezeki kita dengan mereka yang memerlukan di sekeliling kita. Mungkin ada jiran tetangga yang kelaparan kerana sudah putus bekalan makanan ataupun orang sekampung yang kehabisan susu untuk diberikan kepada anak kecil sehingga perlu diganti dengan air menuding jari kepada Jabatan Kebajikan Masyarakat JKM atau pusat zakat negeri kerana tidak membantu. Usah mengecam wakil rakyat atau penghulu kampung yang tidak sempat kalanya mereka dibantu tetapi masih tidak cukup. Anggaplah ini peluang bagi kita untuk menambah kagum dengan sikap dan cara kerja Ustaz Ebit Lew yang selalu menjadi antara orang pertama menghulurkan bantuan kepada golongan yang ditimpa beliau meliputi hampir setiap negeri dan golongan rakyat yang hidup dalam Ustaz Ebit Lew berjaya mencetuskan gelombang kesedaran dalam kalangan anggota masyarakat bahawa masih ramai yang lebih susah daripada kita dan memerlukan pelbagai bantuan untuk meneruskan masih memerlukan lebih ramai lagi dermawan seperti Ustaz Ebit Lew kerana bilangan orang miskin yang memerlukan bantuan masih ramai di luar kongsi rezeki kita dengan mereka yang memerlukan. Sesungguhnya dalam rezeki kita, ada hak orang lain.* Dr Johari Yap ialah Naib Presiden Macma Malaysia dan Pengerusi Macma Kelantan
vauknIm.
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/667
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/882
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/537
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/853
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/694
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/311
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/91
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/958
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/161
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/135
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/23
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/665
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/809
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/836
  • 4pcc5iq1qb.pages.dev/776
  • dalam rezeki kita ada rezeki orang lain